Kamis, 10 November 2011

Berjuang Sampai Akhir

Berjuang Sampai Akhir


Sewaktu kita masih kecil, orang tua kita selalu bertanya, kalau kamu sudah besar nanti, kamu mau jadi apa ( cita-cita kamu apa)? mungkin banyak diantara kita menjawab, saya mau menjadi dokter, penyanyi, polisi, bintang film, dan lain-lain. Dimasa kanak-kanak kita punya berbagai pilihan untuk menjadi apa yang kita mau. Kitapun mempunyai semangat yang sagat tinggi, walau terkadang keadaan tidaklah mendukung. Banyak faktor yang menghambat cita-cita kita yang hendak kita raih, contohnya saja mungkin kita tidaklah pintar (jenius) di sekolah, keuangan keluarga kita yang tidak memadai, faktor cacat bawaan semenjak lahir sehingga membuat kita agak sulit untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

Didalam semua aspek yang terjadi pada diri kita, saya mau memberikan pilihan kepada anda: pilihan yang pertama adalah, apakah anda mau terus maju dan melewati segala rintangan yang ada dan meraih serta mewujudkan impian  (cita-cita) anda? Pilihan kedua, apakah anda akan berhenti di tengah-tengah perjalanan anda dan hanya menyimpan cita-cita itu didalam hati anda? Pilihan yang ketiga, apakah anda akan mundur dan membuang semua harapan dan cita-cita anda selama ini? Kalau untuk diri saya pribadi , saya akan pilih pilihan yang pertama, yaitu mau terus maju melewati segala rintangan dan mewujudkan cita-cita saya.

Jangan kita pernah berhenti ditengah-tengah jalan ataupun mundur, kalau anda berhenti di tengah jalan ataupun mundur, maka sia-sialah perjuangan anda selama ini. Akan banyak orang yang bilang jika kamu mempunyai impian, kamu mau punya pacar yang cantik? mana mungkin, ngaca dong, kan muka kamu jelek. Kamu mau jadi dokter? mana mungkin, kan kamu bodoh. Mau punya pacar seorang artis? mana mungkin, emangnya kamu sudah mapan seperti mereka? Kamu mau punya rumah mewah? mana mungkin, kan kamu miskin. Begitu banyak cercaan yang menghampiri diri kita, bila kita ingin maju. Satu hal yang perlu kita ingat selalu adalah, PERCAYALAH PADA DIRI KITA SENDIRI.

Percayalah kalau diri kita mampu melakukan segalanya. karena kita tidak akan memiliki apa-apa bila kita tidak memiliki keyakinan yang kuat didalam diri sendiri. Oleh karena itu berjuanglah selalu dalam segala hal. Berjuanglah untuk diri sendiri, Berjuanglah untuk keluarga kita, Berjuanglah untuk cita-cita kita, Berjuanglah untuk cinta kita, dan berjuang juga untuk orang-orang yang kita kasihi.

Tetaplah semangat, tetaplah berjuang walaupun anda hanya dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Biarlah hidup mereka menjadi bagian mereka, dan hidup kita menjadi bagian diri kita. Tidak perlu peduli kalau si A lebih ganteng daripada kita, tidak perlu kuatir kalau si B lebih kaya raya dari kita, tidak usah takut kalau si C lebih kuat daripada diri kita, tidak perlu minder kalau si D lebih pintar daripada diri kita. Semua orang punya jalannya masing-masing, dan biarlah itu menjadi bagian dari diri kita masing-masing. Yang terpenting adalah jangan ada kata menyerah dalam diri kita, teruslah maju, teruslah berjuang sampai kita benar-benar mewujudkan cita-cita dan impian kita.


” Wujudkanlah segala impian dan cita-citamu, agar kamupun juga bisa berguna bagi orang lain ”

Selasa, 08 November 2011

Tough Love (Cinta Keras)

Tough Love (cinta keras)

Posted by Abi Letman in Artikel
Ada 2 cara untuk menunjukan cinta, yaitu TENDER LOVE (cinta lembut), dan TOUGH LOVE (cinta keras).
Semua orang pasti TAU dan SUKA dengan TENDER LOVE, namun tidak semua orang tau dan dapat mampu menerima TOUGH LOVE.
Ingatkah anda saat ayah atau ibu anda KERAS kepada anda?
Mungkin saat itu anda bingung mengapa mereka keras kepada anda, padahal bukankah seharusnya mereka “cinta” kepada anda?
Saya memilki ayah dengan prinsip “Jika anak susah diatur, rotan yang bicara”. Hal tersebut tentu membuat saya tersiksa. Namun semakin saya dewasa, semakin saya MENGERTI mengapa ayah saya memiliki prinsip tersebut.
Banyak teman saya yang dulunya NYAMAN DIMANJA (tender love), kini malah menjadi orang yang “hancur tanpa arah”. Namun beberapa teman saya yang dulunya dididik keras, kini sukses menjadi dokter, guru bahkan pengusaha yang selalu saja sibuk dengan berbagai macam prestasi mereka.
TOUGH LOVE tidaklah sekejam yang anda pikir.
Kita manusia memiliki mekanisme KEBIASAAN BURUK yang jika terus DIMANJAKAN akan membuat kita KECANDUAN melakukan kebiasaan buruk tersebut tanpa kita sadari. Contohnya jika anda pecandu narkoba, anda pasti akan SULIT BERHENTI walaupun anda sudah BERTEKAD BULAT untuk berhenti. Dan jika anda MEMANJAKAN “kesulitan untuk berhenti” tersebut, anda akan tetap berada dibawah kendali narkoba tersebut.
Prinsip keras ayah saya mungkin TAMPAK SALAH bagi saya, namun itu adalah TERAPI terbaik yang pernah ada untuk saya.
Jarang ada orang yang SESABAR ITU mau memberikan saya TERAPI dengan MENEGUR, MENGINGATKAN atau bahkan “MEMECUT” saya DEMI KEBAIKAN saya sendiri atas dasar CINTA.
Banyak orang yang PRIHATIN, namun JARANG ada yang PEDULI untuk benar-benar MENDORONG kita untuk maju.
Oleh karena itu, jika ada orang yang SEPERTINYA agak keras, melawan arus dan “menyentil” anda, JANGAN LANGSUNG MARAH. Pikirkan baik-baik apa MOTIF dibaliknya nya. Apakah dia hanya sekedar cuap-cuap untuk tampak dominan, atau ia sungguh-sungguh PEDULI kepada anda dengan memberikan anda TOUGH LOVE?
Jika motifnya adalah memberikan anda TOUGH LOVE, maka BERTERIMAKASIHLAH kepada orang tersebut karena orang seperti itu JARANG ADANYA.
Bahkan lebih lanjut, berhati-hatilah dengan orang yang selalu TAMPAK MANIS, SELALU SETUJU dan TIDAK PERNAH MENGKRITIK anda, karena biasanya SEMUA yang ia LAKUKAN tidaklah SEMANIS seperti apa yang ia KATAKAN.
 

Sebagian kecil dari lembaran hidup saya yang ingin saya bagikan kepada teman – teman semua.
Karena saya terlahir dari keluarga dengan latar belakang  (TOUGH LOVE) akhirnya karakter saya juga demikian dan terbawa pada sikap dan sifat saya. Tapi saya juga punya hati, cinta dan ketulusan… jadi yang pastinya saya juga punya (TENDER LOVE) hehehehe…!!! Namanya juga manusia pasti punya hati. Iya nggk…???? Ya iyalahhh …!! JJJ
Yups…. Sekian dulu yah….!!
Karena web saya lagi offline jadi terpaksa saya posting artikelnya di FB aja… biar beban jangan bertambah banyak. . twiwing~toeng-toeng kwik~kwik~kwik~kwik…




Terima kasih bwt wanka2 yang sudah meluangkan waktu sejenak untuk membaca artikel ini..

Tuhan Yesus Memberkati
“Syalom”

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews